Trading Forex, Bukan Investasi Coba-coba

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Nilai tukar mata uang asing dapat naik dan turun atau berfluktuasi sewaktu-waktu. Fluktuasi tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk melakukan investasi melalui penukaran mata uang asing (forex).

Caranya hanya dengan menyimpan mata uang asing di rumah maupun di bank dalam jangka waktu tertentu, lalu menukarkannya saat nilai tukar uang tersebut menguat. Tapi, ada cara lain yang dilakukan investor untuk mengambil keuntungan yang lebih besar, yaitu dengan melakukan jual beli dengan penukaran mata uang (trading forex).

Trading Forex biasanya dilakukan secara derivatif atau menggunakan kontrak antara dua pihak (bilateral). Kontrak tersebut, berupa perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya berasal dari produk yang menjadi nilai acuan, dalam hal ini kedua mata uang yang akan dipertukarkan.

Langkah pertama untuk memulai kontrak adalah dengan memilih broker resmi dari dalam atau luar negeri yang dibawahi langsung oleh otoritas perdagangan berjangka komoditi di masing-masing negara.

Lalu, anda dapat langsung melakukan registrasi untuk membuat akun. Setelah itu, broker yang anda pilih akan menjelaskan cara membaca graifk keuangan tiap negara.

Setelah itu, anda dapat melakukan buy (beli) mata uang yang anda inginkan. Mata uang yang anda beli akan selalu berdampingan, seperti USD/EUR atau USD/JPY.

USD/EUR melambangkan 2 mata uang yang berdampingan. Bagian depan merupakan mata uang yang anda beli, bagian belakang merupakan perbandingan dari mata uang yang anda beli tadi.

Berbeda dengan investasi saham, trading forex bersifat 2 arah. Investor tidak perlu terlalu khawatir jika ada sentimen negatif terhadap mata uang yang sedang di trading kan. Pasalnya, investor sudah dapat menjual kontrak forex nya ketika dirinya belum memiliki kontrak tersebut.

Investasi Trading Forex ini tidak disarankan untuk pemula, karena terlalu rumit dan lebih dinamis. Sebaiknya anda memulai dari investasi saham atau investasi emas fisik.

 

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news