Tren Pasar Semen VS Turunnya Penjualan Semen

SAHAM.NEWS – JAKARTA  Meskipun banyak berita dan analisa tentang tren konsumsi semen yang mengalami kenaikan sejak pertengahan tahun ini, terlihat permintaan semen domestik diprediksi masih akan tetap stabil hingga akhir bulan oktober ini.

Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk, Antonius Marcos mengatakan bahwa sejauh ini tren pasar semen nasional masih baik.

Faktor pendorong penjualan semen adalah pemerintah yang sedang mengebut infrastruktur hingga akhir tahun. “Musim Hujan berpengaruh terjadap pengiriman produk” ujar Antonius. Emiten Semen berkode INTP ini tetap optimis penjualan semen akan bertumbuh.

 

Inovasi produk terus dilakukan para produsen semen untuk mengatasi over supply semen nasional, sehingga mereka tetap dapat memasarkan produk dengan profit yang maksimal.

Misalnya INDOCEMENT INTP mengembangkan dan meluncurkan produk semen slag, dengan nama Tiga Roda (TR) Superslag. Semen ini dapat menghemat 50%–60% biaya bahan bakar produksi. Hingga saat ini, kapasitas produksi semen Indocement mencapai sekitar 25 juta ton per tahun.

Produsen semen PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) juga sedang berinovasi dengan meluncurkan produk semen slag dengan merek Maxstrength. Kemampuan produksi semen slag SMGR ini mencapai 1 juta ton–2 juta ton per tahun. “Target kami adalah pengerjaan proyek besar agar waktu pengerjaan lebih cepat selesai,” ujar Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia.

Sedangkan produsen semen lain, seperti PT Holcim Semen Indonesia Tbk (SMCB), juga terus aktif mengembangkan berbagai macam produk semen,salah satunya produk baru semen jenis micro filler particle.

Semen Ini merupakan pengembangan produk lama dan semen ini dapat berfungsi mengisi rongga bangunan lebih baik dan halus,” ujar Dharmayanti Suhita, Direktur Pemasaran Holcim Semen Indonesia.