Trump Komentar Soal OPEC Di Twitter, Harga Minyak Terlalu Tinggi

SAHAM.NEWS– Setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa produsen non-OPEC, termasuk Rusia, menahan produksi sejak 2017 untuk mengurangi kelebihan pasokan makan harga minyak naik sejumlah 60% selama periode satu tahun terakhir. Akhir-akhir ini sejumlah negara diketahui akan menaikkan produksi yang menyebabkan harga minyak mentah terjadi penurunan. OPEC pun akan mengadakan rapat pada tanggal 22-23 Juni di Wina.

Hal ini meyangkut celotehan Presiden AS, Trump yang mengatakan bahwa harga minyak terlalu tinggi dan menyalahkan OPEC. Trump memposting di akun Twitter nya “Harga minyak terlalu tinggi, OPEC melakukannya lagi. Tidak bagus!”, pada hari Rabu setelah terakhir mengangkat masalah harga minyak ini pada bulan April lalu.

Hal ini dia lakukan ketika harga turun di tengah harapan OPEC akan mengendurkan pemotongan produksinya akhir bulan ini. Di Amerika Serikat, kenaikan harga bensin memang mengancam akan ekonomi lainnya. Harga secara nasional telah naik ke US$ 3 per galon saat AS mencapai puncak musim liburan musim panasnya.

Sekadar perbandingan, harga bensin sempat mencapai $ 4 per galon pada tahun 2008 selama Resesi Hebat 2007-2009.

Rekomendasi Saham Pilihan Gratis & Berita Saham Terbaru langsung ke hp anda: Ikuti Official Telegram Channel Saham.news & Official Telegram Grup Analis Saham.news