Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Satu lagi emiten properti yang akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Urban Jakarta Propertindo (Urban Jakarta). IPO tersebut nantinya akan ditawarkan di harga kisaran Rp1.000-Rp1.250 per saham. Perlu diketahui bahwa Urban Jakarta adalah emiten pengembang properti berkonsep Transit Oriented Development (TOD).

Jadwal Periode penawaran awal (book building) adalah tanggal 9 – 19 November 2018, dengan perkiraan efektif pada 30 November 2018 dengan pencatatan perdana saham ditargetkan pada 12 Desember 2018.

“Selaku penjamin pelaksana emisi IPO urban jakarta properindo, harga penawaran tersebut menjadikan price earning ratio emiten ini sebesar 17-20 kali. Dan kami optimis saham urban jakarta akan diserap pasar” ujar Ilman Hilmansyah, Direktur Keuangan PT RHB sekuritas.

Dalam aksi IPO tersebut, Urban Jakarta akan melepaskan sebanyak-banyaknya 600 juta saham atau setara dengan 16,85% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Selain itu akan diterbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi berdasarkan Convertible Loan Agreement (Perjanjian Pinjaman Konversi) pada 22 November 2017 sebesar 400 juta saham atau setara dengan 11,23%. Alhasil total saham baru adalah 1 miliar saham.

Tak hanya berhenti disitu, Urban jakarta juga menerbitkan 840 juta waran Seri I yang ditawarkan pada periode 12 Juni 2019–10 Desember 2021. Nantinya Penerbitan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi tidak disertai penerbitan Waran.

Dana segar hasil opo akan digunakan sebesar 50% dana untuk akuisisi lahan baru di wilayah Jabodetabek, kemudian 30% untuk belanja modal dan pengembangan, sisanya 20% untuk modal kerja perseroan.