Berita Analisa Saham IHSG ndonesia

SAHAM.NEWS, JAKARTA – Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2018 ini, Emiten tambang batu bara, PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mulai mencatatkan penurunan laba bersih sebesar turun 7,8% atau US$ 44,71 juta dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 48,5 juta.

Penurunan laba bersih ini berbanding dengan kinerja MBAP dalam menaikkan penjualan batu bara sebesar 7,71% sebesar US$ 203,6 juta. Sayangnya beban pokok penjualan naik 4,28% menjadi US$ 112,1 juta dari US$107,3 juta.

Aset MBAP tercatat sebesaUS$174,1 juta atau naik 8,33% dibandingkan tahun sebelumnya US$160,7 juta.

Capex MBAP pada tahun ini memakan biaya sebesar US$ 4,82 juta dan dialokasikan untuk pembelian alat baru, serta menjaga infrastruktur.  Ekspansi MBAP saat ini masih dalam tahap sedang melakukan research coal mining untuk mengembangkan bisnis di luar batubara, yakni bisnis energi melalui dua anak usaha di bidang energi, yaitu PT Cipta Tenaga Surya dan PT Mitra Malinau Energi. Konon perusahaan sedang mengajukan proposal kepada  PLN Kalimantan Timur untuk pembangunan pembangkit istrik tenaga surya.